Cedera Tulang Belakang Yang Dapat Diobati Dengan Fisioterapi

Cedera ketika berolahraga dan kecelakaan mobil adalah satu di antara cedera-cedera yang lain yang dapat menyebabkan cedera tulang belakang. Rentang cedera tulang belakang adalah luas. Beberapa luka cedera cukup ringan dan akan sembuh dengan baik melalui sedikit fisioterapi, sementara cedera yang lain perlu fisioterapi selama sisa hidup penderita.


Seperti umumnya tahapan fisioterapi, langkah pertama adalah evaluasi. Sebuah rencana dibuat yang akan mencakup terapi khusus untuk jenis cedera tulang belakang yang dialami pasien. Cedera leher dapat menyebabkan quadriplegia, yang memerlukan perawatan khusus.

Hal penting dalam cedera tulang belakang adalah mengenai di bagian mana cedera tersebut terjadi. Jika sebuah program fisioterapi tidak diikuti dengan rutin dan konsisten, tulang belakang di bagian bawah tulang yang cedera akan menjadi atrofi. Tulang belakang tersebut akan menyusut dan seluruh bagian tubuh di bawah titik yang mengalami cedera akan menjadi lemah seiring berjalannya waktu.

Adalah penting bahwa pasien yang mengalami cedera tulang belakang melakukan latihan-latihan tertentu. Mereka rentan terhadap osteoporosis dan gangguan jantung adalah contoh kondisi mereka. Jika mereka sedikit berolahraga, faktor-faktor resiko ini menjadi lebih meningkat.

Fisioterapi untuk cedera tulang belakang melibatkan kegiatan berolahraga dan merangsang syaraf serta otot di bawah bagian yang mengalami cedera. Hal ini akan memungkinkan pasien untuk tetap dalam kondisi fisik yang baik sejauh yang mereka mampu. Dengan begitu, jika obatnya telah tersedia, mereka tidak akan dalam keadaan terlalu lemah ketika mengkonsumsi obatnya.

Setiap latihan bersama antara personil fisioterapi dengan pasien cedera tulang belakang harus direkam dalam bentuk video. Sehingga akan memungkinkan untuk tetap berlatih di rumah sendiri mengikuti contoh latihan di dalam video tersebut. Gerakan-gerakan latihan akan dibantu oleh perawat, yang menggerakkan tungkai mereka, sehingga mereka tidak akan berada pada satu posisi saja.

Untuk pasien cedera tulang belakang yang tidak quadriplegik, ada fisioterapi yang menggunakan matras. Matras ini dinaikkan dari lantai dengan menggunakan engkol tangan atau tenaga listrik. Para fisioterapis akan memberikan latihan di mana pasien berbaring dengan bagian samping tubuhnya, bagian belakang tubuhnya, atau bagian perut, lalu mulai berlatih.

Ada banyak fisioterapi restoratif bagi pasien cedera tulang belakang. Termasuk di dalamnya stimulasi listrik, biofeedback, terapi getaran, terapi laser dan kegiatan stimulasi lainnya. Terapi air juga merupakan metode fisioterapi yang kondusif untuk kemajuan pasien cedera tulang belakang.

Dengan semua terapi ini, pasien cedera tulang belakang kadang-kadang dapat berfungsi sebagaimana sebelum cedera. Namun bisa saja, mereka hanya mampu menjaga tubuh mereka dari kemungkinan memburuk sambil menunggu cara untuk mengatasinya.

Penelitian tentang cedera tulang belakang sedang dilakukan terus-menerus. Fisioterapi merupakan salah satu bidang yang sedang dieksplorasi. Satu penelitian telah menempatkan treadmill untuk merangsang pasien cedera tulang belakang untuk berjalan. Mereka mencoba menemukan cara untuk membantu agar dapat kembali berjalan lagi bagi mereka yang telah putus asa untuk melakukannya.

Fisioterapi memberikan harapan bagi pasien cedera tulang belakang. Hal ini memungkinkan mereka untuk memiliki fungsi paling normal yang dapat mereka miliki saat ini. Mungkin ketika obatnya telah ada, hasil akan dapat lebih baik lagi. Namun demikian, fisioterapi mungkin akan selalu dibutuhkan bagi pasien cedera tulang belakang.

0 comments on Cedera Tulang Belakang Yang Dapat Diobati Dengan Fisioterapi :

Post a Comment

Blog Archive

Sharing Mania Data