Fisioterapi Craniocerebral Injury

by:Alex
Craniocerebral injuries atau cidera pada kepala dapat terjadi karena dua kejadian.

Kejadian yang pertama yaitu kepala diam. Artinya trauma terjadi mengenai kepala pada saat kepala tidak bergerak.Kejadian yang kedua yaitu kepala bergerak. Artinya trauma terjadi pada kepala dimana kepala mengenai obyek yang relatif diam/tidak bergerak dan datang dengan cepat.

Kejadian I (Kepala Diam) : Cidera kepala pada kejadian I ini jarang terjadi. Contoh : luka terkena peluru/tikaman pada kepala.Jika terjadi fraktur maka dapat menyebabkan penguluran dan penekanan saraf cranial dengan karakteristik adanya kelumpuhan dan demikian juga pada pembuluh darah dapat menimbulkan komplikasi pendarahan pada extradural.Fragmen tulang mengalami depresi dengan luka goresan pada dura dan di dasar otak. Trauma yang kecil dengan kekuatan besar menimbulkan penetrasi rongga cranial membawa infeksi dan menyebabkan kerusakan otak yang extensive
Kejadian II (Kepala Bergerak):Benturan pada kepala yang mendadak dapat menyebabkan : (a) compresi distorsi dari tengkorak yang maximal pada satu sisi (b) segera soft brain berlawanan dengan promontorium bawah tengkorak yang tak beraturan, yang menyebabkan confusi atau pendarahan pada regio tersebut
Fraktur hampir berdekatan dengan letak injury atau disebabkan karena distorsi, beberapa jarak dari letak injury tersebut.

Catatan Penting:Fraktur otak berbeda dengan fraktur pada tulang yang lain. Karena pada tulang tengkorak terdapat jaringan spongiosa (jaringan lunak) sedangkan jaringan yang lain terdiri dari jaringan yang keras. Pada tulang terngkorak terdapat rongga-rongga.

Mekanisme saat terjadi cidera kepala :
Kelumpuhan total pada fungsi otak. Menyebabkan tidak berfungsinya fungsi-fungsi otak yang vital.Nadi dan pernafasan telah berhenti sejenak tetapi kemudian kembali lagi. Pada saat ini terjadi flacid paralysis dan berhentinya gerakan reflek.Fungsi reflek kembali normal, pasien dapat menjawab perintah.Gerakan disadari/voluntary dan kemampuan berbicara dapat kembali tanpa kontrol. Pasien dalam keadaan bingung gelisah dan kadang bengis. Akhirnya pasien tenang namun dalam keadaan kebingungan terus menerus.Automatism. Pasien akan menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana dan melakukan gerakan-gerakan biasa dalam hasil perintah yang efektif ia masih pusing dan sadar akan lingkungan secara tidak sempurna. Mengembalikan fungsi otak dimulai dari tingkat terendah, fungsi tinggi diperoleh pada tingkat terakhir
Proses memperoleh kesadaran dari lambat atau cepat adalah selalu setahap demi setahap.

Perawatan Fisioterapi
1.Breathing exercise, clapping, shaking dan rib-springing dan suction penting diberikan dalam bagian pada komplikasi respirasi. Ketika bahaya masa akut terlampaui, breathing exercise masih penting dilakukan untuk melihat pernafasan pasien pada tiap-tiap perawatan.
2. Passieve movement dilakukan dua kali sehari untuk melancarkan sirkulasi dan diajarkan untuk melakukan gerakan full range dalam tiap-tiap kesempatan.
3. Positioning untuk mencegah terjadinya kontraktur. Jika mulai timbul spasme lebih baik diberikan wet cold

0 comments on Fisioterapi Craniocerebral Injury :

Post a Comment

Blog Archive

Sharing Mania Data