Neuromuscular Teknik

1. Bagaimana sejarah NMT

Pendiri NMT di Eropa sekitar tahun 1942 adalah Tn. Stanley Lief, lahir di Kota Lutzen Baltic Latvia di awal tahun 1890-an. Beliau anak pertama dari 5 bersaudara dari Tn. Isaac dan Riva Lief yang bermarga Chaitow dan imigran Afrika Selatan. Stanley Lief yang berpendidikan guru kemudian mendapat diploma Chiro Praction di Chicago, kemudian bersama kemenakannya Dr. Boris Chaitow di bawah bimbingan pamannya Dr. Leon Chaitow membuat dan mengembangkan NMT di Eropa. Seiring dengan perkembangan NMT di Eropa, pasca perang dunia II, maka NMT juga berkembang di Amerika Serikat sekitar tahun 1970-an oleh Judith De Lany.
NMT semakin berkembang dan telah digunakan oleh Manual Therapist, Physiotherapist, Chiro Practoes dan Osteopaths, untuk restorasi somatic dysfunction,seperti disfungsi komponen articular dan disfungsi myofascial hubungannya dengan gangguan sirkulasi/cairan limfe dan gangguan elemen neural, baik pada permukaan tubuh, maupun organ viscera, dengan hasil terapi yang menakjubkan (Boris Chaitow, 1983).

2. Apa itu NMT ?
NMT adalah suatu teknik manual diagnostik dan manual terapi khusus yang dilakukan secara bersamaan terhadap gangguan fungsi somatik dengan tujuan restorasi struktural dan normalisasi fungsi myofascio articular yang mengalami disfungsi.
Dalam melakukan assessment, mengandalkan ujung jemari terapis terhadap kelainan myofascial yang berada pada organ :
- Kulit, seperti : spasme, tautband (inmobile) adhesi, myofascial trigger point, nodulus, lekukan, hypo/hyper hydrosis, dan nyeri lokal/jalar kulit.
- Kelainan terhadap indurasi otot superfiscial : spasme, tautband/kurang mobile, yang mengindikasikan fibrosis dan atau fibrotic.
- Tenderness yang mengindikasikan adanya reaksi inflamasi.
- Oedema
- Kontraktur lokal.
Keberhasilan terapi sangat ditentukan oleh akurasi assessment, pemilihan teknik dan skill/pengalaman terapis dalam mengaplikasikan teknik tersebut.
Sepanjang NMT digunakan dengan benar, maka tubuh dalam keadaan aman, tanpa reaksi yang merugikan. Tetapi jika dilakukan dengan gegabah, khususnya teknik perkussi seluruh Columna Vertebralis lebih dari 15 menit dan finger technique pada cervical kiri atau scapula kiri lebih dari 3 menit dengan intensitas kuat akan dapat menyebabkan pasien merasa pusing, kesadaran dapat menurun, bahkan dapat mengalami sesak napas. Sedangkan frekuensi (finger technique) NMT untuk satu area cukup 60 – 90 second (30 – 40 friction) setiap sekali pengobatan. Jika lebih dari satu area, dapat diberikan rata-rata 30 kali friction (60 second) tiap satu area (Simons & Travell, 1992).
Pelaksanaan NMT dibagi atas 3 variasi : (Dvorak et. Al, 1988)
NMT 1 = Friction pada connective tissue di kulit, otot/tendon dan sendi.
NMT 2 = Kontraksi isometri dilanjutkan dengan passive stretching agonis 
past isometrik relaxation.
NMT 3 = Kontraksi isometrik antagonis, dilanjutkan dengan stretching 
Reciprocal Inchibition.

3. Mengapa NMT ?
NMT unik, karena : (Chaitow, De Lany, Stanley Lief, 2001)
- Assessment / diagnostik dilakukan bersamaan dengan terapi sehingga reduksi nyeri, tonus/spasme/tautband, nodulus dapat dilakukan dan dievaluasi seketika serta restorasi fibrosis, fibrotic dan kontraktur juga dalam bersamaan dan bertahap dapat menormalkan fungsi myofascio articular melalui manual reflekstoar seluruh tubuh.
- Pelaksanaan simpel dan relatif aman, karena hanya menggunakan ujung jemari dengan perhatian khusus otot lumbricans jari tengah, telunjuk dan ibu jari.
- Biaya relatif murah, karena tidak harus menggunakan peralatan rumit dan canggih.
- Dapat digunakan pada semua jenis gangguan fungsi pada otot/tendon, komponen sendi, connective tissue, komponen viscera (via reflekstoar).
- Tidak dapat diganti/disaingi dengan modalitas lainnya, sebab manual contact NMT memiliki komponen khusus dengan teknik yang benar (unsure passed; Chaitow dan Lief, 2001).
• Hasil terapi sangat efektif untuk merestorasi struktur myofascial dan menormalkan fungsi myofascio articular (Taylor, 1968).
• Daya akurasi hasil terapi cukup tinggi (She M.J, 1996, Chaitow dan Simons, 1983).
- NMT mampu meningkatkan hydrasi antara collagen melalui piezo electric charges, GAGs dan cairan sel sebagai bahan dasar pelumas (jelly) collagen menyebabkan restorasi struktur dan normalisasi myofascial.
- Mereduksi nyeri dan spasme myofascial dalam waktu yang cukup singkat.
- Meningkatkan proses metabolik myofascial via hydrostatic – osmotic – vaso motion system.

4. Apa tujuan NMT ? (Stanley Lief, 1983 ; Chaitow dan De Lany, 2001)
Tujuan inti NMT adalah restorasi struktur myofascial dalam arti:
• “Hydrating” antar collagen myofascial via piezo electric charge terhadap GAGs dan air, sehingga jelly collagen terpelihara, menyebabkan myofascial tidak mengeras, tidak lengket dan menghindari terjadinya myofascial trigger point dan tautband.
• Normalisasi disfungsi myofascial :
- atasi myofascial trigger point
- mengurangi nyeri via efek reflekstoar
- meningkatkan sirkulasi darah dan limfe
- mengatasi perlengketan fibrotik muskular tissue, kontraktur (MET dan SCS techniques)
- menormalkan tonus / atasi spasme.
- preliminary articular manual therapy
- menegakkan diagnosis gangguan myofascial.
Penerapan NMT di Amerika terutama digunakan untuk terapi nyeri secara intensif dan mengatasi disfungsi akibat :
• Gangguan biokimia seperti : gizi tidak seimbang, toxikasi (endogen maupun eksogen) dan gangguan kelenjar endocrim seperti defisiensi thiroid.
• Gangguan psiko – sosial, seperti : stress, anciety, depresi, dan lain-lain.
• Gangguan biomekanik, seperti : koreksi posture, ADL koordinasi, hipertoni, trigger point, dan kompressi / jebakan saraf.
Boris Chaitow mengemukakan pengalamannya tentang aplikasi NMT terhadap berbagai kondisi seperti fibrotic dan fibrosis, spasme, contraktur, constipasi, visceroptosis/disfungsi abdominal, dismonorhoe, disfungsi hepar, kondisi chest, renalcolic, myofascial trigger point, dan lain-lain, ternyata hasilnya sangat memuaskan, bahkan Boris Chaitow (1983) menyebutkan NMT adalah “intervensi bedah tanpa darah”, karena NMT mampu melepaskan perlengketan jaringan tanpa pembedahan yang semestinya dibedah.

5. Apa Parameter Keberhasilan NMT ?
Sambil melakukan assessment sekaligus treatment, maka berbagai parameter keberhasilan NMT yang dapat digunakan dan dicapai dalam waktu singkat :
- kualitas nyeri dengan VAS
- kualitas tonus dengan palpasi tautband/lentur
- kualitas tumor (benjolan) dengan palpasi nodulus
- kualitas kontraktur dengan Length Test
- kualitas reaksi radang dengan palpasi perubahan reaksi radang (suhu, nodulus/oedem, nyeri, tonus).
- Kualitas fungsional dengan tes ADL / koordinasi.

LITERATUR
1. Chaitow. L, Neuromuscular Techniques, a Proctitioner Guide to Soft Tissue Manipulation. Thomsons Publishers Limited, Great Britain, 1980.
2. Chaitow. L, Modern Neuromuscular Techniques. Second Edition, Churchill Livingstone, USA, 2003.
3. Meyers. TW, Anatomy Trains. Churchill Livingstone, Toronto, 2001.
4. Shea. M.J, Myofascial Release. Shea Education Group Inc, Oleander Avenue, 1996.

0 comments on Neuromuscular Teknik :

Post a Comment

Blog Archive

Sharing Mania Data